greyson chance

Loading...

robsten ^_^

Loading...

clock

TV

Live TV (Mivo TV-RCTI-TRANS TV-SCTV-GLOBAL TV):


Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Mengenai Saya

Foto Saya
aku tu orangnya baik,ramah,tidak sombong,hahahah :D aku saiank banget sama : 1. Allah yang selalu ngelindungi aku 2. Keluargaku yang selalu saiank aku 3. sahabat" ak yang selalu mao dengerin dari yang mutu sampe yang gak mutu 4. teman"ku yang selalu menambah ria di kehidupanku

Fish

RSS

antara olahraga dan tawuran ???

emang ada ea hubungan antara olahraga n' tawuran ??
q jd bngung ,,
apa yg dimksud tu olahraga kyk sepak bola trus bisa nyebab.in tawuran gtu ea ??
klo iyaa sih ,,mngkin ada ea hubungan,ny ,, apalagi klo tim yg di dukung.ny tu kalah ,,
msti lngsung tawuran ma org" yg dukung tim yg menang ,,
biasa.ny jg gak hanya suporter yg tawuran,, pemain.ny jg ikut"an tawuran (kurang kerjaan bgt sih)
pdhal tawuran tu bisa ngerugiin bnyk pihak ,, apalgi klo yg tawuran pemain.ny ,, bisa" ntr gak boleh maen lgi slama wktu yg di tentukan ,,
trus klo tawuran.ny tu smpe ada yg mati ,, kn kasian ,, mati krna berbuat dosa,,
kn tawuran gak baek bagi kesehatan ,,
hehehhehehe ,,
pkok,ny klo bia " SAY NO TO TAWURAN ,, SAY YES TO SPORTIFITAS "
CAYOO ,, HIDUP DAMAI SELALU !!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PRESTASI INDONESIA DI SEA GAMES

Untuk sea games tahun nie sih Indonesia menang dgn skor yg sgt memuaskan ,, beda dgn taun" sblumny ,, yg sllu ja klah ,,
tp syg.ny untuk permainan sepak bola n' badminton sllu kalah ,, gak prnh menang ,,
msti sllu dpat juara ke 2 ,, dan di sepak bola msti kalahny sllu dengan malaysia ,,
bikin sebel ja ,,
ea tp untuk olahraga cabang yg laen.ny sih cukup bgus ,, bnyk yg dpet medali emas ,,
semoga ja sih sea games taun dpan bisa jd yg terbaik lgi,,walaupun gak amen di negeri sndiri,,taun bsok maen,ny di myanmar ,,
seringny sih yg jd pemenang si tyuan rumah ,,kyk sea games taun kmrn kn diadakkan di thailand trus yg menang jg thailand trus yg taun skrng diadakan di indonesia n' yg menang jg indonesia ,, moga" bsok maen di myanmar yg menang indonesia ,,
amiiiinnnnnnnnnnnnnn ,,,,,,,,,,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Facebook VS Twitter ,, pilih mana ea ???

jaman sekarang,,klo org blom pny twitter ato facebook msti org tersebut di blng gaptek ato bhsa kasarny tu NDESO ,, hehhehehe ,,
tp klo q sih mnding pny facebook coz facebook tu gak ribet klo twitter sih q kurang ngerti cara pake.ny ,, coz pake b.ing sih,,jd susah ngerti ,, wkwkkwk ,,
tp bnyk org mngkin sependapat ma q klo facebook lbih baik drpd twitter ,,
tp bnyk artis yg suka pake twitter (sayang q gak bisa),, smpe" yg nge.follow bnyk bgt ,, apa lgi Lady Gaga ,, png bnyk followerny ,, sayang ea artis jrang yg pny facebook ,,
tp q ttep setia ma facebook ,,
go facebook ,,, go facebook ,, go facebook ,, GO !!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MENANAMKAN SIKAP ANTI KORUPSI MELALUI KANTIN KEJUJURAN , HARAPAN DAN KENYATAAN

Salah satu tujuan pendidikan Nasional adalah mewujudkan peserta didik yang berakhlak mulia.Ini ditegaskan dalam undang-undang Sisdiknas pasal 3,ditegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah,”…untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Karena itulah untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Nasional,berbagai inovasi Pendidikan sangat dibutuhkan.Pemerintah telah melakukan berbagai inovasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas dibidang akademik semata, tetapi juga pembinaan akhlak pun telah mendapat perhatian.Salah satunya yaitu dengan membuat Kantin Kejujuran.

Kantin kejujuran merupakan upaya untuk mendidik akhlak siswa agar berperilaku jujur.Kantin kejujuran adalah kantin yang menjual segala kebutuhan anak didik baik berupa makanan,minuman serta segala perlengkapan siswa baik berupa alat tulis menulis maupun buku tulis.Semuanya dipajang dalam etalase kantin kejujuran tanpa ada penjaga,sebagaimana lazimnya sebuah kantin yang kita kenal selama ini.Didalam Kantin dipajang kotak uang,yang berguna untuk menampung hasil transaksi siswa.Bila ada kembalian maka mereka sendiri yang mengambil dan menghitung hasil kembaliannya.Dikantin ini dibangun kesadaran siswa untuk berbuat jujur tanpa harus diawasi oleh guru ataupun pengelola kantin.Tujuan utamanya adalah mengukur kejujuran anak didik sehingga dengan pengalaman mereka itu ia akan menjadi anggota masyarakat yang jujur kedepan.

Kantin kejujuran merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam pendidikan anti korupsi.Yang harus kita akui merupakan salah satu penyakit atau problema bangsa yang hingga kini masih merajalela dibumi pertiwi.Virus korupsi telah merajalela hampir disemua lini disetiap orde pemerintahan kita.Korupsi yang subur telah menyengsarakan rakyat banyak secara berkepanjangan.Bahkan menghambat kemajuan bangsa dan negara ini kedepan.Sangat sulit memang memutus mata rantai korupsi ini sebab kebanyakan dari kita menganggapnya sebagai budaya.Padahal kalau kita bercermin dengan kultur budaya kita mengambil sesuatu tanpa seizin pemiliknya adalah sangat memalukan.Sebuah persepsi yang keliru jika menganggap korupsi adalah budaya.

Korupsi merupakan penyakit masyarakat,bukanlah budaya.Praktik korupsi juga ditolak oleh Agama apapun.Oleh karena itu ,sifat jujur merupakan penangkal yang efektif dari virus korupsi.Tanpa kejujuran,praktik korupsi,kolusi,nepotisme,dan segala bentuk manipulasi lainnya akan tetap subur di negeri ini.Karena itulah Kantin Kejujuran merupakan salah satu jalan untuk menanamkan sikap anti korupsi yang dimulai dari sekolah.Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati (prevention than better cure).

Program kantin kejujuran ini akan dapat berjalan dengan baik bila semua pihak terkait dalam lingkungan sekolah dan masyarakat mendukungnya.Program ini meskipun merupakan kebijakan pemerintah yang nota bene beberapa oknumnya banyak terlibat korupsi patut kita apresiasi untuk mendukung dan menyukseskannya.Diharapkan dengan program ini akan mempermudah para guru untuk mendidik akhlak siswa.Sebab tugas guru tidak hanya melaksanakan proses pembelajaran didalam kelas tetapi lebih dari itu tugas guru bertanggung jawab dalam membina kepribadian siswa.Sebagaimana disebutkan dalam UU No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dimana dalam pasal 16 disebutkan bahwa,”kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional…”

Kenyataan yang terjadi

Lantas setelah itu mari kita berkaca dengan kenyataan dilapangan.Selama ini kantin disekolah dijaga dengan ketat oleh pengelolanya,sipenjaga dengan sikap ibarat mata elang akan menerkam siapa saja yang mengambil tanpa membayar ataupun membayar tapi tak sesuai dengan kenyataan makanan yang diambilnya.Itupun masih saja sering terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh siswa.Sebab dari sekian banyak siswa tentunya masih ada yang iseng berbuat “nakal”.Mereka berprinsip 3-2-1 ambil 3 ngaku 2 dan bayar 1.

Prinsip semacam ini bukanlah hal yang baru,sejak dulu sudah ada.Apalagi kalau para siswa menyalahartikan prinsip ekonomi yang diajarkan dalam pembelajaran ekonomi,mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya dengan pengeluaran yang sekecil-kecilnya.Atau mereka mempraktekkan tingkah laku para koruptor “kalau bisa ngemplang mengapa mesti harus bayar,apa kata dunia”.

Sering juga terjadi para siswa bergerombol masuk kantin dan dengan seenaknya mengambil apa saja tanpa harus membayar ataupun membayar apa adanya.Mereka bertindak sebagai kreditor ,yang dengan teganya tidak peduli kelangsungan hidup kantin sekolah.

Realita yang diceritakan diatas adalah kenyataan yang terjadi sebelum ada kantin kejujuran.Lalu apa kira-kira yang terjadi jika dalam sebuah kantin dibangun dengan kesadaran untuk berbuat jujur dalam bertransaksi?Di beberapa daerah di Indonesia,termasuk di Sulawesi Selatan kantin kejujuran ini disponsori oleh Pemerintah Daerah dan Kejaksaan.Bahkan ada pemda menganggarkan ratusan juta untuk proyek kejujuran ini.

Lalu apa hasil yang didapat?Disebuah situs http://news.okezone.com. Diberitakan sebuah SMU di Tulung Agung ,kantin kejujuran yang dikelola sekolah tersebut mengalami kebangkrutan.Padahal proyek Kejujuran ini diresmikan Bapak Bupati dengan modal awal Rp.1.500.000.Yang cukup mencengangkan keberlangsungan Kantin Kejujuran ini hanya berumur 20 hari sejak diresmikan.Pihak sekolah menutupnya karena sisa modalnya tinggal Rp.90.000.Dan mungkin akan dibuka kembali bila mendapat ‘bail-out’ dari pak Bupati.

Salah seorang siswa mengatakan bahwa tidak sedikit dari teman-temannya mengambil untung dari proyek yang disponsori pihak Kejaksaan itu.Siswa yang tidak jujur mengambil makanan dan minuman tanpa mau membayar.Ataupun membayar tapi mengambil kembalian uang yang tidak sesuai.

Apa yang terjadi di Tulung Agung ini adalah sebahagian kecil kejadian yang menimpa proyek kejujuran yang bernama Kantin Kejujuran.Hampir disebagian besar sekolah mengalami hal yang serupa.Kantin Kejujuran mengalami kebangkrutan.

Apakah ini tidak sesuai harapan?Jelas sangat mengecewakan.Tapi bagi saya sungguh sangat naif untuk mendapatkan kejujuran semudah membalikkan telapak tangan.Dibutuhkan waktu dan keteladanan dari semua pihak.Kejujuran dan nilai-nilai luhur lainnya butuh keteladanan dari mereka yang punya ide tentang Kantin Kejujuran.Para pencetus ide Kantin kejujuran tidak sadar bahwa mereka berhadapan dengan ‘mafia’yang tidak takut dengan konsep malaikat pencatat amal baik dan buruk.Jadi selama para pencetus ide kantin kejujuran belum menandatangani pakta perdamaian dengan para mafia kantin tersebut maka berapapun modal yang disuntikkan akan tetap mengalami kerugian alias kebangkrutan.

Banyak menilai kegagalan proyek yang mulia ini diakibatkan karena kurangnya sosialisasi guru kepada siswa.Disamping itu mekanisme pengawasan yang dilakukan tidak termonitor dengan baik serta tidak ada efek jera bila terjadi penyimpangan.Tapi meskipun mengalami kebangkrutan proyek kantin kejujuran ini harus tetap dilanjutkan.

Harapan

Ide kantin kejujuran ini dianggap cara paling mujarab untuk mendidik para siswa agar kelak jika telah menjadi orang tidak melakukan korupsi dimanapun mereka berada.Sebab mereka dari awal diajar tentang kejujuran,bersikap apa adanya dan yang terpenting mereka diberi kepercayaan untuk berbuat jujur tanpa ada yang mengawasi mereka.

Kalau kita berkaca pada Bapak Bangsa Soekarno,”beri aku sepuluh pemuda maka akan kuguncang dunia” begitu kira-kira Bung Karno memposisikan pemuda sebagai garda terdepan dalam setiap perubahan dan kemajuan bangsa.Maka dengan kantin kejujuran ini harapan untuk melahirkan generasi yang bermutu dan berkualitas akan kita capai.Kantin Kejujuran merupakan ide yang brilyan dan sungguh original untuk mengubah nasib bangsa yang terpuruk akibat korupsi yang menggerogoti setiap lini kehidupan bangsa.

Kejujuran adalah sifat manusia yang hakiki.Bila diberi ruang dan berada dalam lingkungan yang baik maka akan berkembang dengan sendirinya.Suasana untuk berbuat jujur perlu didorong agar sifat yang hakiki tersebut dapat tumbuh dengan sendirinya.Ciptakan suasana dimana kejujuran bisa mendapat tempat berupa penghargaan,dan pelanggaran mendapat hukuman yang setimpal.

Sebagai generasi bangsa,siswa yang terlibat dalam kantin kejujuran kalau diberi amanah untuk berbuat baik tentunya mereka mampu untuk melakukannya.Sebab inti dari sebuah proses pendidikan tidak hanya pengetahuan semata tetapi mengubah perilaku menjadi lebih baik.Jadi siswa-siswa ini perlu diajari soal kejujuran agar kelak jika mereka telah berbaur dengan warga masyarakat mereka tidak lagi berusaha mengemplang dan sabet sana sabet sini.Pelajaran kejujuran ini perlu ditanamkan sejak dini,dimulai dari sekolah sebab dianggap langkah mujarab dalam memberantas korupsi.

Agar harapan yang dibebankan kepada generasi muda dengan label proyek kejujuran dapat berhasil tentunya “generasi tua”mereka-mereka penentu kebijakan harusnya memberi contoh terlebih dahulu.Karena boleh jadi ide kantin kejujuran ini dibuat akibat ketidakmampuan mereka untuk berbuat jujur.Wallahu alam’

Salah satu tujuan pendidikan Nasional adalah mewujudkan peserta didik yang berakhlak mulia.Ini ditegaskan dalam undang-undang Sisdiknas pasal 3,ditegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah,”…untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Karena itulah untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Nasional,berbagai inovasi Pendidikan sangat dibutuhkan.Pemerintah telah melakukan berbagai inovasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas dibidang akademik semata, tetapi juga pembinaan akhlak pun telah mendapat perhatian.Salah satunya yaitu dengan membuat Kantin Kejujuran.

Kantin kejujuran merupakan upaya untuk mendidik akhlak siswa agar berperilaku jujur.Kantin kejujuran adalah kantin yang menjual segala kebutuhan anak didik baik berupa makanan,minuman serta segala perlengkapan siswa baik berupa alat tulis menulis maupun buku tulis.Semuanya dipajang dalam etalase kantin kejujuran tanpa ada penjaga,sebagaimana lazimnya sebuah kantin yang kita kenal selama ini.Didalam Kantin dipajang kotak uang,yang berguna untuk menampung hasil transaksi siswa.Bila ada kembalian maka mereka sendiri yang mengambil dan menghitung hasil kembaliannya.Dikantin ini dibangun kesadaran siswa untuk berbuat jujur tanpa harus diawasi oleh guru ataupun pengelola kantin.Tujuan utamanya adalah mengukur kejujuran anak didik sehingga dengan pengalaman mereka itu ia akan menjadi anggota masyarakat yang jujur kedepan.

Kantin kejujuran merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam pendidikan anti korupsi.Yang harus kita akui merupakan salah satu penyakit atau problema bangsa yang hingga kini masih merajalela dibumi pertiwi.Virus korupsi telah merajalela hampir disemua lini disetiap orde pemerintahan kita.Korupsi yang subur telah menyengsarakan rakyat banyak secara berkepanjangan.Bahkan menghambat kemajuan bangsa dan negara ini kedepan.Sangat sulit memang memutus mata rantai korupsi ini sebab kebanyakan dari kita menganggapnya sebagai budaya.Padahal kalau kita bercermin dengan kultur budaya kita mengambil sesuatu tanpa seizin pemiliknya adalah sangat memalukan.Sebuah persepsi yang keliru jika menganggap korupsi adalah budaya.

Korupsi merupakan penyakit masyarakat,bukanlah budaya.Praktik korupsi juga ditolak oleh Agama apapun.Oleh karena itu ,sifat jujur merupakan penangkal yang efektif dari virus korupsi.Tanpa kejujuran,praktik korupsi,kolusi,nepotisme,dan segala bentuk manipulasi lainnya akan tetap subur di negeri ini.Karena itulah Kantin Kejujuran merupakan salah satu jalan untuk menanamkan sikap anti korupsi yang dimulai dari sekolah.Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati (prevention than better cure).

Program kantin kejujuran ini akan dapat berjalan dengan baik bila semua pihak terkait dalam lingkungan sekolah dan masyarakat mendukungnya.Program ini meskipun merupakan kebijakan pemerintah yang nota bene beberapa oknumnya banyak terlibat korupsi patut kita apresiasi untuk mendukung dan menyukseskannya.Diharapkan dengan program ini akan mempermudah para guru untuk mendidik akhlak siswa.Sebab tugas guru tidak hanya melaksanakan proses pembelajaran didalam kelas tetapi lebih dari itu tugas guru bertanggung jawab dalam membina kepribadian siswa.Sebagaimana disebutkan dalam UU No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dimana dalam pasal 16 disebutkan bahwa,”kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional…”

Kenyataan yang terjadi

Lantas setelah itu mari kita berkaca dengan kenyataan dilapangan.Selama ini kantin disekolah dijaga dengan ketat oleh pengelolanya,sipenjaga dengan sikap ibarat mata elang akan menerkam siapa saja yang mengambil tanpa membayar ataupun membayar tapi tak sesuai dengan kenyataan makanan yang diambilnya.Itupun masih saja sering terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh siswa.Sebab dari sekian banyak siswa tentunya masih ada yang iseng berbuat “nakal”.Mereka berprinsip 3-2-1 ambil 3 ngaku 2 dan bayar 1.

Prinsip semacam ini bukanlah hal yang baru,sejak dulu sudah ada.Apalagi kalau para siswa menyalahartikan prinsip ekonomi yang diajarkan dalam pembelajaran ekonomi,mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya dengan pengeluaran yang sekecil-kecilnya.Atau mereka mempraktekkan tingkah laku para koruptor “kalau bisa ngemplang mengapa mesti harus bayar,apa kata dunia”.

Sering juga terjadi para siswa bergerombol masuk kantin dan dengan seenaknya mengambil apa saja tanpa harus membayar ataupun membayar apa adanya.Mereka bertindak sebagai kreditor ,yang dengan teganya tidak peduli kelangsungan hidup kantin sekolah.

Realita yang diceritakan diatas adalah kenyataan yang terjadi sebelum ada kantin kejujuran.Lalu apa kira-kira yang terjadi jika dalam sebuah kantin dibangun dengan kesadaran untuk berbuat jujur dalam bertransaksi?Di beberapa daerah di Indonesia,termasuk di Sulawesi Selatan kantin kejujuran ini disponsori oleh Pemerintah Daerah dan Kejaksaan.Bahkan ada pemda menganggarkan ratusan juta untuk proyek kejujuran ini.

Lalu apa hasil yang didapat?Disebuah situs http://news.okezone.com. Diberitakan sebuah SMU di Tulung Agung ,kantin kejujuran yang dikelola sekolah tersebut mengalami kebangkrutan.Padahal proyek Kejujuran ini diresmikan Bapak Bupati dengan modal awal Rp.1.500.000.Yang cukup mencengangkan keberlangsungan Kantin Kejujuran ini hanya berumur 20 hari sejak diresmikan.Pihak sekolah menutupnya karena sisa modalnya tinggal Rp.90.000.Dan mungkin akan dibuka kembali bila mendapat ‘bail-out’ dari pak Bupati.

Salah seorang siswa mengatakan bahwa tidak sedikit dari teman-temannya mengambil untung dari proyek yang disponsori pihak Kejaksaan itu.Siswa yang tidak jujur mengambil makanan dan minuman tanpa mau membayar.Ataupun membayar tapi mengambil kembalian uang yang tidak sesuai.

Apa yang terjadi di Tulung Agung ini adalah sebahagian kecil kejadian yang menimpa proyek kejujuran yang bernama Kantin Kejujuran.Hampir disebagian besar sekolah mengalami hal yang serupa.Kantin Kejujuran mengalami kebangkrutan.

Apakah ini tidak sesuai harapan?Jelas sangat mengecewakan.Tapi bagi saya sungguh sangat naif untuk mendapatkan kejujuran semudah membalikkan telapak tangan.Dibutuhkan waktu dan keteladanan dari semua pihak.Kejujuran dan nilai-nilai luhur lainnya butuh keteladanan dari mereka yang punya ide tentang Kantin Kejujuran.Para pencetus ide Kantin kejujuran tidak sadar bahwa mereka berhadapan dengan ‘mafia’yang tidak takut dengan konsep malaikat pencatat amal baik dan buruk.Jadi selama para pencetus ide kantin kejujuran belum menandatangani pakta perdamaian dengan para mafia kantin tersebut maka berapapun modal yang disuntikkan akan tetap mengalami kerugian alias kebangkrutan.

Banyak menilai kegagalan proyek yang mulia ini diakibatkan karena kurangnya sosialisasi guru kepada siswa.Disamping itu mekanisme pengawasan yang dilakukan tidak termonitor dengan baik serta tidak ada efek jera bila terjadi penyimpangan.Tapi meskipun mengalami kebangkrutan proyek kantin kejujuran ini harus tetap dilanjutkan.

Harapan

Ide kantin kejujuran ini dianggap cara paling mujarab untuk mendidik para siswa agar kelak jika telah menjadi orang tidak melakukan korupsi dimanapun mereka berada.Sebab mereka dari awal diajar tentang kejujuran,bersikap apa adanya dan yang terpenting mereka diberi kepercayaan untuk berbuat jujur tanpa ada yang mengawasi mereka.

Kalau kita berkaca pada Bapak Bangsa Soekarno,”beri aku sepuluh pemuda maka akan kuguncang dunia” begitu kira-kira Bung Karno memposisikan pemuda sebagai garda terdepan dalam setiap perubahan dan kemajuan bangsa.Maka dengan kantin kejujuran ini harapan untuk melahirkan generasi yang bermutu dan berkualitas akan kita capai.Kantin Kejujuran merupakan ide yang brilyan dan sungguh original untuk mengubah nasib bangsa yang terpuruk akibat korupsi yang menggerogoti setiap lini kehidupan bangsa.

Kejujuran adalah sifat manusia yang hakiki.Bila diberi ruang dan berada dalam lingkungan yang baik maka akan berkembang dengan sendirinya.Suasana untuk berbuat jujur perlu didorong agar sifat yang hakiki tersebut dapat tumbuh dengan sendirinya.Ciptakan suasana dimana kejujuran bisa mendapat tempat berupa penghargaan,dan pelanggaran mendapat hukuman yang setimpal.

Sebagai generasi bangsa,siswa yang terlibat dalam kantin kejujuran kalau diberi amanah untuk berbuat baik tentunya mereka mampu untuk melakukannya.Sebab inti dari sebuah proses pendidikan tidak hanya pengetahuan semata tetapi mengubah perilaku menjadi lebih baik.Jadi siswa-siswa ini perlu diajari soal kejujuran agar kelak jika mereka telah berbaur dengan warga masyarakat mereka tidak lagi berusaha mengemplang dan sabet sana sabet sini.Pelajaran kejujuran ini perlu ditanamkan sejak dini,dimulai dari sekolah sebab dianggap langkah mujarab dalam memberantas korupsi.

Agar harapan yang dibebankan kepada generasi muda dengan label proyek kejujuran dapat berhasil tentunya “generasi tua”mereka-mereka penentu kebijakan harusnya memberi contoh terlebih dahulu.Karena boleh jadi ide kantin kejujuran ini dibuat akibat ketidakmampuan mereka untuk berbuat jujur.Wallahu alam’

Salah satu tujuan pendidikan Nasional adalah mewujudkan peserta didik yang berakhlak mulia.Ini ditegaskan dalam undang-undang Sisdiknas pasal 3,ditegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah,”…untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Karena itulah untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Nasional,berbagai inovasi Pendidikan sangat dibutuhkan.Pemerintah telah melakukan berbagai inovasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas dibidang akademik semata, tetapi juga pembinaan akhlak pun telah mendapat perhatian.Salah satunya yaitu dengan membuat Kantin Kejujuran.

Kantin kejujuran merupakan upaya untuk mendidik akhlak siswa agar berperilaku jujur.Kantin kejujuran adalah kantin yang menjual segala kebutuhan anak didik baik berupa makanan,minuman serta segala perlengkapan siswa baik berupa alat tulis menulis maupun buku tulis.Semuanya dipajang dalam etalase kantin kejujuran tanpa ada penjaga,sebagaimana lazimnya sebuah kantin yang kita kenal selama ini.Didalam Kantin dipajang kotak uang,yang berguna untuk menampung hasil transaksi siswa.Bila ada kembalian maka mereka sendiri yang mengambil dan menghitung hasil kembaliannya.Dikantin ini dibangun kesadaran siswa untuk berbuat jujur tanpa harus diawasi oleh guru ataupun pengelola kantin.Tujuan utamanya adalah mengukur kejujuran anak didik sehingga dengan pengalaman mereka itu ia akan menjadi anggota masyarakat yang jujur kedepan.

Kantin kejujuran merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam pendidikan anti korupsi.Yang harus kita akui merupakan salah satu penyakit atau problema bangsa yang hingga kini masih merajalela dibumi pertiwi.Virus korupsi telah merajalela hampir disemua lini disetiap orde pemerintahan kita.Korupsi yang subur telah menyengsarakan rakyat banyak secara berkepanjangan.Bahkan menghambat kemajuan bangsa dan negara ini kedepan.Sangat sulit memang memutus mata rantai korupsi ini sebab kebanyakan dari kita menganggapnya sebagai budaya.Padahal kalau kita bercermin dengan kultur budaya kita mengambil sesuatu tanpa seizin pemiliknya adalah sangat memalukan.Sebuah persepsi yang keliru jika menganggap korupsi adalah budaya.

Korupsi merupakan penyakit masyarakat,bukanlah budaya.Praktik korupsi juga ditolak oleh Agama apapun.Oleh karena itu ,sifat jujur merupakan penangkal yang efektif dari virus korupsi.Tanpa kejujuran,praktik korupsi,kolusi,nepotisme,dan segala bentuk manipulasi lainnya akan tetap subur di negeri ini.Karena itulah Kantin Kejujuran merupakan salah satu jalan untuk menanamkan sikap anti korupsi yang dimulai dari sekolah.Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati (prevention than better cure).

Program kantin kejujuran ini akan dapat berjalan dengan baik bila semua pihak terkait dalam lingkungan sekolah dan masyarakat mendukungnya.Program ini meskipun merupakan kebijakan pemerintah yang nota bene beberapa oknumnya banyak terlibat korupsi patut kita apresiasi untuk mendukung dan menyukseskannya.Diharapkan dengan program ini akan mempermudah para guru untuk mendidik akhlak siswa.Sebab tugas guru tidak hanya melaksanakan proses pembelajaran didalam kelas tetapi lebih dari itu tugas guru bertanggung jawab dalam membina kepribadian siswa.Sebagaimana disebutkan dalam UU No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dimana dalam pasal 16 disebutkan bahwa,”kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional…”

Kenyataan yang terjadi

Lantas setelah itu mari kita berkaca dengan kenyataan dilapangan.Selama ini kantin disekolah dijaga dengan ketat oleh pengelolanya,sipenjaga dengan sikap ibarat mata elang akan menerkam siapa saja yang mengambil tanpa membayar ataupun membayar tapi tak sesuai dengan kenyataan makanan yang diambilnya.Itupun masih saja sering terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh siswa.Sebab dari sekian banyak siswa tentunya masih ada yang iseng berbuat “nakal”.Mereka berprinsip 3-2-1 ambil 3 ngaku 2 dan bayar 1.

Prinsip semacam ini bukanlah hal yang baru,sejak dulu sudah ada.Apalagi kalau para siswa menyalahartikan prinsip ekonomi yang diajarkan dalam pembelajaran ekonomi,mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya dengan pengeluaran yang sekecil-kecilnya.Atau mereka mempraktekkan tingkah laku para koruptor “kalau bisa ngemplang mengapa mesti harus bayar,apa kata dunia”.

Sering juga terjadi para siswa bergerombol masuk kantin dan dengan seenaknya mengambil apa saja tanpa harus membayar ataupun membayar apa adanya.Mereka bertindak sebagai kreditor ,yang dengan teganya tidak peduli kelangsungan hidup kantin sekolah.

Realita yang diceritakan diatas adalah kenyataan yang terjadi sebelum ada kantin kejujuran.Lalu apa kira-kira yang terjadi jika dalam sebuah kantin dibangun dengan kesadaran untuk berbuat jujur dalam bertransaksi?Di beberapa daerah di Indonesia,termasuk di Sulawesi Selatan kantin kejujuran ini disponsori oleh Pemerintah Daerah dan Kejaksaan.Bahkan ada pemda menganggarkan ratusan juta untuk proyek kejujuran ini.

Lalu apa hasil yang didapat?Disebuah situs http://news.okezone.com. Diberitakan sebuah SMU di Tulung Agung ,kantin kejujuran yang dikelola sekolah tersebut mengalami kebangkrutan.Padahal proyek Kejujuran ini diresmikan Bapak Bupati dengan modal awal Rp.1.500.000.Yang cukup mencengangkan keberlangsungan Kantin Kejujuran ini hanya berumur 20 hari sejak diresmikan.Pihak sekolah menutupnya karena sisa modalnya tinggal Rp.90.000.Dan mungkin akan dibuka kembali bila mendapat ‘bail-out’ dari pak Bupati.

Salah seorang siswa mengatakan bahwa tidak sedikit dari teman-temannya mengambil untung dari proyek yang disponsori pihak Kejaksaan itu.Siswa yang tidak jujur mengambil makanan dan minuman tanpa mau membayar.Ataupun membayar tapi mengambil kembalian uang yang tidak sesuai.

Apa yang terjadi di Tulung Agung ini adalah sebahagian kecil kejadian yang menimpa proyek kejujuran yang bernama Kantin Kejujuran.Hampir disebagian besar sekolah mengalami hal yang serupa.Kantin Kejujuran mengalami kebangkrutan.

Apakah ini tidak sesuai harapan?Jelas sangat mengecewakan.Tapi bagi saya sungguh sangat naif untuk mendapatkan kejujuran semudah membalikkan telapak tangan.Dibutuhkan waktu dan keteladanan dari semua pihak.Kejujuran dan nilai-nilai luhur lainnya butuh keteladanan dari mereka yang punya ide tentang Kantin Kejujuran.Para pencetus ide Kantin kejujuran tidak sadar bahwa mereka berhadapan dengan ‘mafia’yang tidak takut dengan konsep malaikat pencatat amal baik dan buruk.Jadi selama para pencetus ide kantin kejujuran belum menandatangani pakta perdamaian dengan para mafia kantin tersebut maka berapapun modal yang disuntikkan akan tetap mengalami kerugian alias kebangkrutan.

Banyak menilai kegagalan proyek yang mulia ini diakibatkan karena kurangnya sosialisasi guru kepada siswa.Disamping itu mekanisme pengawasan yang dilakukan tidak termonitor dengan baik serta tidak ada efek jera bila terjadi penyimpangan.Tapi meskipun mengalami kebangkrutan proyek kantin kejujuran ini harus tetap dilanjutkan.

Harapan

Ide kantin kejujuran ini dianggap cara paling mujarab untuk mendidik para siswa agar kelak jika telah menjadi orang tidak melakukan korupsi dimanapun mereka berada.Sebab mereka dari awal diajar tentang kejujuran,bersikap apa adanya dan yang terpenting mereka diberi kepercayaan untuk berbuat jujur tanpa ada yang mengawasi mereka.

Kalau kita berkaca pada Bapak Bangsa Soekarno,”beri aku sepuluh pemuda maka akan kuguncang dunia” begitu kira-kira Bung Karno memposisikan pemuda sebagai garda terdepan dalam setiap perubahan dan kemajuan bangsa.Maka dengan kantin kejujuran ini harapan untuk melahirkan generasi yang bermutu dan berkualitas akan kita capai.Kantin Kejujuran merupakan ide yang brilyan dan sungguh original untuk mengubah nasib bangsa yang terpuruk akibat korupsi yang menggerogoti setiap lini kehidupan bangsa.

Kejujuran adalah sifat manusia yang hakiki.Bila diberi ruang dan berada dalam lingkungan yang baik maka akan berkembang dengan sendirinya.Suasana untuk berbuat jujur perlu didorong agar sifat yang hakiki tersebut dapat tumbuh dengan sendirinya.Ciptakan suasana dimana kejujuran bisa mendapat tempat berupa penghargaan,dan pelanggaran mendapat hukuman yang setimpal.

Sebagai generasi bangsa,siswa yang terlibat dalam kantin kejujuran kalau diberi amanah untuk berbuat baik tentunya mereka mampu untuk melakukannya.Sebab inti dari sebuah proses pendidikan tidak hanya pengetahuan semata tetapi mengubah perilaku menjadi lebih baik.Jadi siswa-siswa ini perlu diajari soal kejujuran agar kelak jika mereka telah berbaur dengan warga masyarakat mereka tidak lagi berusaha mengemplang dan sabet sana sabet sini.Pelajaran kejujuran ini perlu ditanamkan sejak dini,dimulai dari sekolah sebab dianggap langkah mujarab dalam memberantas korupsi.

Agar harapan yang dibebankan kepada generasi muda dengan label proyek kejujuran dapat berhasil tentunya “generasi tua”mereka-mereka penentu kebijakan harusnya memberi contoh terlebih dahulu.Karena boleh jadi ide kantin kejujuran ini dibuat akibat ketidakmampuan mereka untuk berbuat jujur.Wallahu alam’

Salah satu tujuan pendidikan Nasional adalah mewujudkan peserta didik yang berakhlak mulia.Ini ditegaskan dalam undang-undang Sisdiknas pasal 3,ditegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah,”…untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Karena itulah untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Nasional,berbagai inovasi Pendidikan sangat dibutuhkan.Pemerintah telah melakukan berbagai inovasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas dibidang akademik semata, tetapi juga pembinaan akhlak pun telah mendapat perhatian.Salah satunya yaitu dengan membuat Kantin Kejujuran.

Kantin kejujuran merupakan upaya untuk mendidik akhlak siswa agar berperilaku jujur.Kantin kejujuran adalah kantin yang menjual segala kebutuhan anak didik baik berupa makanan,minuman serta segala perlengkapan siswa baik berupa alat tulis menulis maupun buku tulis.Semuanya dipajang dalam etalase kantin kejujuran tanpa ada penjaga,sebagaimana lazimnya sebuah kantin yang kita kenal selama ini.Didalam Kantin dipajang kotak uang,yang berguna untuk menampung hasil transaksi siswa.Bila ada kembalian maka mereka sendiri yang mengambil dan menghitung hasil kembaliannya.Dikantin ini dibangun kesadaran siswa untuk berbuat jujur tanpa harus diawasi oleh guru ataupun pengelola kantin.Tujuan utamanya adalah mengukur kejujuran anak didik sehingga dengan pengalaman mereka itu ia akan menjadi anggota masyarakat yang jujur kedepan.

Kantin kejujuran merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam pendidikan anti korupsi.Yang harus kita akui merupakan salah satu penyakit atau problema bangsa yang hingga kini masih merajalela dibumi pertiwi.Virus korupsi telah merajalela hampir disemua lini disetiap orde pemerintahan kita.Korupsi yang subur telah menyengsarakan rakyat banyak secara berkepanjangan.Bahkan menghambat kemajuan bangsa dan negara ini kedepan.Sangat sulit memang memutus mata rantai korupsi ini sebab kebanyakan dari kita menganggapnya sebagai budaya.Padahal kalau kita bercermin dengan kultur budaya kita mengambil sesuatu tanpa seizin pemiliknya adalah sangat memalukan.Sebuah persepsi yang keliru jika menganggap korupsi adalah budaya.

Korupsi merupakan penyakit masyarakat,bukanlah budaya.Praktik korupsi juga ditolak oleh Agama apapun.Oleh karena itu ,sifat jujur merupakan penangkal yang efektif dari virus korupsi.Tanpa kejujuran,praktik korupsi,kolusi,nepotisme,dan segala bentuk manipulasi lainnya akan tetap subur di negeri ini.Karena itulah Kantin Kejujuran merupakan salah satu jalan untuk menanamkan sikap anti korupsi yang dimulai dari sekolah.Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati (prevention than better cure).

Program kantin kejujuran ini akan dapat berjalan dengan baik bila semua pihak terkait dalam lingkungan sekolah dan masyarakat mendukungnya.Program ini meskipun merupakan kebijakan pemerintah yang nota bene beberapa oknumnya banyak terlibat korupsi patut kita apresiasi untuk mendukung dan menyukseskannya.Diharapkan dengan program ini akan mempermudah para guru untuk mendidik akhlak siswa.Sebab tugas guru tidak hanya melaksanakan proses pembelajaran didalam kelas tetapi lebih dari itu tugas guru bertanggung jawab dalam membina kepribadian siswa.Sebagaimana disebutkan dalam UU No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dimana dalam pasal 16 disebutkan bahwa,”kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional…”

Kenyataan yang terjadi

Lantas setelah itu mari kita berkaca dengan kenyataan dilapangan.Selama ini kantin disekolah dijaga dengan ketat oleh pengelolanya,sipenjaga dengan sikap ibarat mata elang akan menerkam siapa saja yang mengambil tanpa membayar ataupun membayar tapi tak sesuai dengan kenyataan makanan yang diambilnya.Itupun masih saja sering terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh siswa.Sebab dari sekian banyak siswa tentunya masih ada yang iseng berbuat “nakal”.Mereka berprinsip 3-2-1 ambil 3 ngaku 2 dan bayar 1.

Prinsip semacam ini bukanlah hal yang baru,sejak dulu sudah ada.Apalagi kalau para siswa menyalahartikan prinsip ekonomi yang diajarkan dalam pembelajaran ekonomi,mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya dengan pengeluaran yang sekecil-kecilnya.Atau mereka mempraktekkan tingkah laku para koruptor “kalau bisa ngemplang mengapa mesti harus bayar,apa kata dunia”.

Sering juga terjadi para siswa bergerombol masuk kantin dan dengan seenaknya mengambil apa saja tanpa harus membayar ataupun membayar apa adanya.Mereka bertindak sebagai kreditor ,yang dengan teganya tidak peduli kelangsungan hidup kantin sekolah.

Realita yang diceritakan diatas adalah kenyataan yang terjadi sebelum ada kantin kejujuran.Lalu apa kira-kira yang terjadi jika dalam sebuah kantin dibangun dengan kesadaran untuk berbuat jujur dalam bertransaksi?Di beberapa daerah di Indonesia,termasuk di Sulawesi Selatan kantin kejujuran ini disponsori oleh Pemerintah Daerah dan Kejaksaan.Bahkan ada pemda menganggarkan ratusan juta untuk proyek kejujuran ini.

Lalu apa hasil yang didapat?Disebuah situs http://news.okezone.com. Diberitakan sebuah SMU di Tulung Agung ,kantin kejujuran yang dikelola sekolah tersebut mengalami kebangkrutan.Padahal proyek Kejujuran ini diresmikan Bapak Bupati dengan modal awal Rp.1.500.000.Yang cukup mencengangkan keberlangsungan Kantin Kejujuran ini hanya berumur 20 hari sejak diresmikan.Pihak sekolah menutupnya karena sisa modalnya tinggal Rp.90.000.Dan mungkin akan dibuka kembali bila mendapat ‘bail-out’ dari pak Bupati.

Salah seorang siswa mengatakan bahwa tidak sedikit dari teman-temannya mengambil untung dari proyek yang disponsori pihak Kejaksaan itu.Siswa yang tidak jujur mengambil makanan dan minuman tanpa mau membayar.Ataupun membayar tapi mengambil kembalian uang yang tidak sesuai.

Apa yang terjadi di Tulung Agung ini adalah sebahagian kecil kejadian yang menimpa proyek kejujuran yang bernama Kantin Kejujuran.Hampir disebagian besar sekolah mengalami hal yang serupa.Kantin Kejujuran mengalami kebangkrutan.

Apakah ini tidak sesuai harapan?Jelas sangat mengecewakan.Tapi bagi saya sungguh sangat naif untuk mendapatkan kejujuran semudah membalikkan telapak tangan.Dibutuhkan waktu dan keteladanan dari semua pihak.Kejujuran dan nilai-nilai luhur lainnya butuh keteladanan dari mereka yang punya ide tentang Kantin Kejujuran.Para pencetus ide Kantin kejujuran tidak sadar bahwa mereka berhadapan dengan ‘mafia’yang tidak takut dengan konsep malaikat pencatat amal baik dan buruk.Jadi selama para pencetus ide kantin kejujuran belum menandatangani pakta perdamaian dengan para mafia kantin tersebut maka berapapun modal yang disuntikkan akan tetap mengalami kerugian alias kebangkrutan.

Banyak menilai kegagalan proyek yang mulia ini diakibatkan karena kurangnya sosialisasi guru kepada siswa.Disamping itu mekanisme pengawasan yang dilakukan tidak termonitor dengan baik serta tidak ada efek jera bila terjadi penyimpangan.Tapi meskipun mengalami kebangkrutan proyek kantin kejujuran ini harus tetap dilanjutkan.

Harapan

Ide kantin kejujuran ini dianggap cara paling mujarab untuk mendidik para siswa agar kelak jika telah menjadi orang tidak melakukan korupsi dimanapun mereka berada.Sebab mereka dari awal diajar tentang kejujuran,bersikap apa adanya dan yang terpenting mereka diberi kepercayaan untuk berbuat jujur tanpa ada yang mengawasi mereka.

Kalau kita berkaca pada Bapak Bangsa Soekarno,”beri aku sepuluh pemuda maka akan kuguncang dunia” begitu kira-kira Bung Karno memposisikan pemuda sebagai garda terdepan dalam setiap perubahan dan kemajuan bangsa.Maka dengan kantin kejujuran ini harapan untuk melahirkan generasi yang bermutu dan berkualitas akan kita capai.Kantin Kejujuran merupakan ide yang brilyan dan sungguh original untuk mengubah nasib bangsa yang terpuruk akibat korupsi yang menggerogoti setiap lini kehidupan bangsa.

Kejujuran adalah sifat manusia yang hakiki.Bila diberi ruang dan berada dalam lingkungan yang baik maka akan berkembang dengan sendirinya.Suasana untuk berbuat jujur perlu didorong agar sifat yang hakiki tersebut dapat tumbuh dengan sendirinya.Ciptakan suasana dimana kejujuran bisa mendapat tempat berupa penghargaan,dan pelanggaran mendapat hukuman yang setimpal.

Sebagai generasi bangsa,siswa yang terlibat dalam kantin kejujuran kalau diberi amanah untuk berbuat baik tentunya mereka mampu untuk melakukannya.Sebab inti dari sebuah proses pendidikan tidak hanya pengetahuan semata tetapi mengubah perilaku menjadi lebih baik.Jadi siswa-siswa ini perlu diajari soal kejujuran agar kelak jika mereka telah berbaur dengan warga masyarakat mereka tidak lagi berusaha mengemplang dan sabet sana sabet sini.Pelajaran kejujuran ini perlu ditanamkan sejak dini,dimulai dari sekolah sebab dianggap langkah mujarab dalam memberantas korupsi.

Agar harapan yang dibebankan kepada generasi muda dengan label proyek kejujuran dapat berhasil tentunya “generasi tua”mereka-mereka penentu kebijakan harusnya memberi contoh terlebih dahulu.Karena boleh jadi ide kantin kejujuran ini dibuat akibat ketidakmampuan mereka untuk berbuat jujur.Wallahu alam’

http://muda.kompasiana.com/2011/08/24/status-hubungan-di-facebook-ala-anak-muda/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Status Hubungan di Facebook Ala Anak Muda

Punya Facebook? Tapi status hubungannya Lajang? Mungkin bagi beberapa tak mengapa. Bahkan ada orang yang sebenarnya sudah memiliki pacar/suami/istri akan tetapi mencantumkan lajang pada profil Facebooknya. Tapi bagi yang narsis+++. Apa kata dunia?

Kejadian ini bukan terjadi pada saya atau orang terdekat saya. Tapi secara rutin beberapa Facebooker secara tidak langsung sudah mencekoki saya dengan pemandangan aneh di dinding Facebook.

Pagi buka Facebook lihat si A sudah menjalin hubungan dengan si B. Sore buka Facebook lihat si A sudah menjanda dan si B sudah lajang. Kemudian tanpa malu-malu si A dan si B saling kirim-kirim pesan dinding menguak sendiri permasalahan yang tidak penting.

Selidik punya selidik ternyata si A dan si B itu TIDAK SALING KENAL!!! Aih, cemmana pulak? Hal itu bukan saya tebak-tebak tetapi secara kebetulan saya melihat mereka saling berkirim pesan dinding di beranda saya sebelumnya.

Isi dari pesan dinding mereka adalah pertanyaan-pertanyaan dasar sama seperti pertanyaan-pertanyaan yang diajukan saat SENSUS Penduduk 2010. Hahaha… Saya hanya bisa terkekeh melihat tingkah norak mereka. Ups, maaf saya bilang norak tapi memang itulah kenyataan. Tanya nama lengkaplah. Tanya nomor HPlah. Tanya alamat rumahlah. Tanya pekerjaanlah (Lumayan yang ditanya pekerjaan si doi langsung. Eh ini malah ada yang tanya pekerjaan orangtua. Hahaha). Dan begitu saya lihat alamat mereka berdua (A dan B) rumahnya sangat jauh. Yang satu di Medan dan yang satu lagi di Bandung. Wakwkakwkakwkk… Sudah sepantasnya saya terkekeh.

Apalagi kejadian yang sampai masuk TV begitu masalahnya. Menurut saya itu namanya sudah norak yang tidak ketolongan! Haddeh! Pergi ke warnet terus kenalan lewat Facebook. Whisper-an. Sesudah itu kirim no. Hp masing-masing. Lalu rubah lajang menjadi menikah
. Pulang kerumah. Besok dan seterusnya SMS-an lalu sampailah pada saat berbunga-bunganya yaitu KETEMUAN. Begitu sudah ketemuan lihat saja koran pagi. ORANG HILANG. Hahaha.

Ah, sekedar memberitahu. Sudah tidak jaman lagi orang hilang gara-gara Facebook. Sekarang jamannya orang hilang gara-gara Kompasiana. Ihihi… Ada gak yah?

Aduh. Memang cinta bisa didapat apa dari sekedar status hubungan di Facebook. Contohnya, Uli Elysabet sedang berpacaran dengan R (Wkwkwk… Masih aja.) Nah, apa untungnya? Oh, apa mungkin ada orang yang berpikir kalau status lajang itu sangat memprihatinkan? Ah, justru merekalah menurut saya yang sangat-sangat memprihatinkan. Awalnya mereka menggembar-gemborkan kelajangan mereka di Facebook dengan buat status promosi (Barang kalee). Sesudah itu muncullah remaja putri yang masih sangat labil mengajak kenalan dulu. Hmmm….

Facebook… Oh… Facebook… Walaupun dirimu hampir dikalahkan Twitter tapi tetap saja ada yang masih sangat membutuhkanmu untuk cari jodoh.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Chronicles Of Narnia : The Silver Chair

Eustace sedang membicarakan Narnia dengan temannya, Jill Pole di belakang gymnasium sekolah. Tiba-tiba mereka dikejar oleh anak-anak dan guru (karena sebelumnya Jill menangis dan itu membuat bingung mereka). Eustace dan Jill kabur menuruni tebing tanah dan mencari pintu jalan keluar sekolah. Setelah memasuki pintu itu, mereka malah mendapati berada di Narnia. Karena kecerobohan Jill, Eustace jatuh ke jurang. Jill sangat bingung hingga akhirnya dia bertemu dengan Aslan. Jill diberi tugas oleh Aslan untuk menyelamatkan Pangeran Rilian, putra Raja Caspian yang sedang tertawan. Aslan memberikan empat petunjuk untuk mengelamatkan Rilian. Setelah Jill mengerti, Jill dipertemukan dengan Eustace kembali. Di sana, mereka melihat seorang raja yang sudah tua sekali, sudah pasti itu Raja Caspian. Eustace jadi merinding, dulu waktu dia ke Narnia, Caspian belum setua itu. Kemudian mereka bertemu dengan burung hantu, Glimfeather. Malamnya, mereka diajak rapat burung hantu. Para burung hantu menceritakan kisah Pangeran Rilian: saat itu Rilian masih muda, dia sedang berjalan-jalan bersama ibunya, Ratu Ramandu. Saat istirahat, tiba-tiba datang ular berwarna hijau membunuh Ratu Ramandu. Rilian sangat sedih, sejak saat itu, dia sering pergi mencari ular hijau itu, hingga Rilian tidak pernah kembali lagi. Itu kisahnya, kemudian Glimfeather membawa Eustace dan Jill kepada makhluk sejenis marsh-wiggle yang bernama Puddlegum. Esoknya, mereka bertiga mulai mencari Rilian berbekal keempat petunjuk Aslan. Banyak petualangan yang mereka hadapi, mulai dari melewati raksasa, dijadikan pie manusia, dan menghadapai manusia dunia bawah. Setelah melewati petualangan panjang itu, akhirnya mereka sampai di kerajaan Dunia Bawah. Mereka bertemu dengan kesatria di dalam kerajaan itu. Mereka menceriatakan misi mereka, tetapi si kesatria menanggapinya dengan tawaan. Mereka hanya mengobrol sedikit karena kesatria itu bilang saat malam tiba, dia harus diikat di kursi perak karena terkena kutukan dan bisa sangat berbahaya. Saat waktunya tiba, mereka memutuskan untuk melihat perubahan sikap kesatria itu. Tapi saat perubahan itu berlangsung, si kesatria langsung berontak minta dibebaskan dan bersumpah atas nama Aslan, dan mengaku bahwa namanya adalah Rilian. Mereka terkejut dan langsung membebaskan Pangeran Rilian. Setelah bebas, Rilian menghancurkan kursi perak itu. Tepat sekali saat Ratu Dunia Bawah, yaitu Green Kirtle datang. Dia menunjukkan ekspresi marahnya dan berubah menjadi ular hijau yang dulu membunuh Ratu Ramandu. Akhirnya setelah bertarung sangat lama, mereka berhasil membunuh ular itu. Dendam Rilian sudah terbalas. Setelah itu, mereka mencari jalan keluar ke Dunia Atas. Mereka akhirnya sampai dengan cara mengejutkan. Ketika Rilian hendak bertemu Caspian, ternyata tepat sekali saat Caspian meninggal. Rilian sangat sedih. Sementara Eustace dan Jill keburu dipanggil Aslan kembali ke dunia mereka.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

game super mario sunshine